Kapan Harus Ganti Air Radiator Motor? Simak Cara Kuras dan Rekomendasi Coolant Terbaik

Kapan Harus Ganti Air Radiator Motor? Simak Cara Kuras dan Rekomendasi Coolant Terbaik

Written By: Content In

Pernahkah kamu membayangkan mesin motor kamu bekerja seperti kompor yang terus menyala di bawah jok? Tanpa sistem pendingin yang prima, mesin tersebut bisa “meledak” secara harfiah dalam bentuk kerusakan komponen yang sangat mahal.

Mengganti air radiator (coolant) sering kali dianaktirikan dibanding ganti oli mesin. Padahal, peran cairan ini sangat krusial untuk menjaga performa dan umur panjang kendaraan kamu. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai pentingnya perawatan sistem pendingin motor.


Mengapa Mengganti Air Radiator Begitu Penting?

Air radiator bukan sekadar pembasah jalur mesin. Ia memiliki fungsi kompleks yang jika diabaikan akan berujung pada bencana mekanis:

  1. Mencegah Overheating: Mesin modern bekerja pada suhu yang sangat tinggi. Coolant berfungsi menyerap panas dari blok silinder dan membuangnya melalui kisi-kisi radiator.

  2. Mencegah Korosi dan Karat: Coolant berkualitas mengandung zat anti-karat. Jika cairan sudah terlalu lama atau diganti air keran biasa, bagian dalam mesin akan berkarat, menyumbat jalur air, dan merusak water pump.

  3. Melumasi Seal Water Pump: Cairan pendingin membantu melumasi komponen karet agar tidak cepat getas dan bocor.

  4. Menjaga Efisiensi BBM: Mesin yang suhunya stabil bekerja lebih efisien. Jika mesin terlalu panas, pembakaran menjadi tidak sempurna dan boros bahan bakar.

Motor Apa Saja yang Menggunakan Air Radiator?

Tidak semua motor menggunakan sistem pendingin cairan (liquid cooled). Umumnya, motor dengan kompresi tinggi atau kapasitas mesin besar membutuhkannya. Berikut kategorinya:

Tips Cara Mengganti Air Radiator yang Baik dan Benar

Mengganti coolant sebenarnya bisa dilakukan sendiri di rumah, namun memerlukan ketelitian agar tidak ada udara yang terperangkap dalam sistem (trapped air).

1. Persiapan: Kondisi Mesin Harus Dingin

Jangan pernah membuka tutup radiator saat mesin masih panas. Tekanan tinggi bisa menyemprotkan air mendidih ke wajah kamu. Pastikan motor sudah diam minimal 1-2 jam.

2. Pengosongan Cairan Lama

  • Cari baut pembuangan (drain bolt) yang biasanya terletak di bagian bawah pompa air atau blok mesin.

  • Buka tutup radiator atas agar cairan mengalir deras karena dorongan udara.

  • Jangan lupa kuras juga tabung cadangan (reservoir tank).

3. Proses Flushing (Pembersihan)

Jika air yang keluar berwarna cokelat atau keruh, lakukan flushing. Masukkan air bersih/distilasi ke radiator, nyalakan mesin sebentar, lalu buang kembali sampai air yang keluar benar-benar bening.

4. Pengisian Coolant Baru

  • Gunakan cairan khusus radiator (Coolant), jangan air mineral karena mengandung mineral yang memicu kerak.

  • Tuangkan perlahan hingga penuh.

  • Penting: Nyalakan mesin tanpa menutup radiator selama 1-2 menit untuk membuang gelembung udara. Jika air turun, tambahkan lagi hingga batas maksimal.

5. Isi Tabung Reservoir

Isi tabung cadangan hingga garis Upper atau Max. Jangan melebihi garis tersebut karena cairan membutuhkan ruang saat memuai karena panas.

Kapan harus diganti? Idealnya, lakukan penggantian setiap 12.000 km atau 1 tahun sekali (tergantung mana yang dicapai lebih dulu). Namun, jika kamu sering terjebak macet parah, pengecekan setiap 6 bulan sangat disarankan.